Babak baru perekonomian di indonesia memasuki babak baru ketika hari kemaren nilai kurs rupiah terhadap dolar amerika tembuh ke level 13.600. Nilai ini ternyata dipengaruhi oleh devaluasi mata uang negeri tirai bambu china (yuan).

Di pasar spot, Selasa (11/8/2015) posisi rupiah terhadap USD tertekan 0,42% di level Rp 13.607 dibanding penutupan hari sebelumnya. Sedangkan di kurs tengah Bank Indonesia rupiah hanya melemah tipis 0,03% ke level Rp 13.541.

Pemerintah China melakukan depresiasi dengan melebarkan currency band. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong export competitiveness mereka karena currencies Jepang, Korea, dan Eropa sudah terdepresiasi cukup besar. Keputusan pemerintah China tersebut membawa pengaruh terhadap seluruh mata uang regional termasuk rupiah.

Namun, pengaruh terhadap rupiah tidak sebesar yang terjadi pada mata uang Singapura dolar, Korean won, Taiwan dolar dan Thai bath. Bank Indonesia menyakini kondisi rupiah yang mengalami tekanan akibat adanya keputusan pemerintah China tersebut hanya sementara saja.

Tapi kita lihat saja nanti, jangankan turun dari 13,600.. turun dari 13,000 saja susahnya minta ampun. Ga tahu lah, gimana nasib perekonomian bangsa ini menjelang akhir tahun 2015.

Wed, 12/08/15 @office – 10.25 am

Advertisements