Prinsip revenue recognition (pengakuan pendapatan) menyatakan bahwa pendapatan harus diakui dan dicatat pada saat realisasi atau dapat direalisasikam ataupun ketika itu diperoleh terlepas dari apakah kas dari transaksi itu sudah diterima atau tidak. Dengan kata lain, perusahaan tidak harus menunggu sampai pendapatan tersebut diterima untuk mencatat pendapatan dalam buku besar mereka. 

Dalam hal penjualan barang, pendapatan harus diakui pada saat penjual melakukan transaksi penyerahan barang daganganya (termasuk risiko dan manfaat) yang terkait dengan kepemilikan barang tersebut kepada pembeli. Hal ini umumnya dianggap terjadi pada saat barang sebenarnya ditransfer / dikirim kepada pembeli. Sedangkan dalam kasus pembelian jasa, pendapatan diakui berdasarkan tingkat penyelesaian layanan yang ditentukan dalam kontrak.

Contoh :

  1. Johan menjual meja biliar ke si A pada tanggal 31 Desember sebesar $ 5.000. Meja tersebut baru dibayar tgl 15 Januari dan tgl 31 Januari, meja tersebut baru dikirim ke si A. Menurut prinsip pengakuan pendapatan, Johan tidak harus mencatat penjualan pada bulan Desember. Meskipun penjualan adalah realisasi bahwa transaksi penjualan sebesar $ 5000 pada bulan itu.
  2. Momod adalah perusahaan consulting dalam hal pajak. pada bulan desember ia telah berkerja menganalisis laporan pajak PT A dengan kisaran biaya $ 4,000. Tetapi sampai bulan januari, PT A tersebut masih belum membayar jasa consulting itu. si Momod tetap harus mengakui pendapatan sebesar $ 4,000 pada bulan desember meskipun ia belum menerima pembayaran dari PT A.

#dari berbagai sumber

Advertisements